Life and Death Part 2

Beberapa hari yg lalu saya dapat komen dari Harinath mengapa saya membicarakan masalah kematian…. Well, I am not worried at all, actually I am talking about life instead the death news. Sebenarnya pada bulan March-April 2008 ini ada banyak kematian yg terjadi tidak disangka-sangka di sekitar saya. Pertama, ada seorang jiran yang baru sebulan menempati rumah di sebelah rumah ibu saya dan masih satu blok dengan rumah saya, jiran baru itu juga adalah ibu daripada kawan sekelas Ai Ai (anak saya) di TK Annisa. Kerana Ai Ai juga murid baru maka saya tidak mengenal dengan benar jiran itu. Kira-kira pada 16 March jiran saya tersebut meninggal dunia secara tiba-tiba kerana sakit jantung. Rupanya almarhumah baru berumur 29 tahun, samalah dengan umur saya, dan juga masih menyusui bayinya, sama juga dengan saya. Dia tertidur tapi untuk selamanya (jadi benar-benar terserang jantungnya). Saya sedih memikirkan bayinya yang masih ingin menyusui ibunya…. Kedua, sebuah accident tragis menimpa ex-murid saya di I.Tutor.net ezra itu anak yg manis, hensem dan pintar. meskipun baru di kindergarten dia dah lancar membaca dan mnulis tapi kerana belum cukup umur dia mengulang kindergartennya dan pindah sekolah. sambil menunggu awal tahun akademik baru, ezra ikut tusyen english pre school di tempat saya mengajar. dia dihantar emak dan adiknya yang berbeza umur hanya 15 bulan, naik mobil/kereta sendiiri…. saya dan emaknya selalu mengobrol selama emaknya menunggu ezra yang sedang belajar dengan guru lain. kami menjadi akrab sekali… menjelang perayaan Paskah/Easter kemarin, saya dengar berita ada sebuah kereta (kereta sekolah) yg menghantar budak2 sekolah Harapan Bunda terbakar…budak2 Taman Kanak-kanak Harapan Bunda. lima luka2. Kerana ramai murid dan anak kawan saya yang pindah sekolah di situ, saya mencaritahu siapa saja korbannya,sebab saya masih cuti melahirkan. ternyata ada 2 yg luka parah 36 % terbakar…. ezra salah satunya… ezra beragama katholik. pada hari itu ibunya tidak menjemputnya dari sekolah dan kereta sekolah lah yang menghantarnya pulang. tiba-tiba kereta Espass itu memercikkan api. supirnya keluar mengambil air, tapi tidak mengeluarkan lima anak di dalamnya. pada saat kejadian ezra dan benecditus berada di jok paling belakang. belum sempat kereta disiram air, kereta telah terbakar, tiga anak sempat dikeluarkan seorang nanny, tapi ezra dan benecditus tak sempat keluar. dalam keadaan semacam itu, mereka tak tertolong, orang-orang hanya bisa melihat, bahkan setelah dikeluarkan tidak ada kereta pribadi yang mahu mengantar mereka ke hospital. ezra sempat sadar di klinik terdekat, juga di hospital terdekat, bahkan bisa menceritakan bagaimana kejadiannya, tetapi kerana di hospital terdekat kurang lengkap sarananya, dia dipindahkan ke hospital di jakarta…lalu dia pun koma saya menjenguk ezra tetapi tidak diizinkan masuk. wajah dan seluruh tubuhnya telah menghitam, ibubapanya memotretnya. kira-kira dua hari setelah Paskah Ezra benar-benar meninggal dunia, disusul oleh Benecditus… kak zati…saya sempat tidak bisa tidur mengingat Ezra yang saya ingat budak itu dan adiknya Johnatan sering bermain dengan Ai Ai, bagaimana kalau itu terjadi pada anak saya? Ketiga, tentu saja Tante Ari yang sakit-sakitan kerana penyakit Lupus meninggal secara tiba-tiba tidak lama sesudah memesan jus avokad dan masakan kesukaannya di sebuah hotel. Dia berada di hotel itu untuk berubat di kota Lumajang bersama suaminya. Setelah memesan juice dan makanan dia sempat mengucapkan permohonan maaf pada suaminya. Tante Ari meninggal menjelang perkawinan sepupu kami sehingga hari ketujuh kematiannya yang biasanya diadakan doa tahlil jatuh pada party resepsi perkawinan sepupu kami…. begitulah mengapa tiba-tiba ada terpikir menulis tentang kematian…

Leave a Reply